{"id":1062,"date":"2026-10-16T10:10:14","date_gmt":"2026-10-16T03:10:14","guid":{"rendered":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/?p=1062"},"modified":"2026-10-16T10:10:15","modified_gmt":"2026-10-16T03:10:15","slug":"mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/","title":{"rendered":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena m<strong>emahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak tidak mungkin menganalisis sesuatu yang sama sekali tidak ia kenal. Anak juga akan kesulitan mengevaluasi sebuah informasi jika ia tidak memiliki pengetahuan dasar untuk membandingkan dan menilainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, menghafal bukan tujuan akhir pendidikan. Namun, menghafal dapat menjadi salah satu <strong>fondasi penting untuk membangun kemampuan berpikir yang lebih tinggi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika mendengar kata \u201cmenghafal\u201d, sebagian orang mungkin membayangkan anak duduk berjam-jam mengulang kalimat dari buku sampai mampu mengucapkannya kembali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara seperti itu memang bisa menghasilkan hafalan, tetapi belum tentu menghasilkan pemahaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada perbedaan antara <strong>menghafal sesuatu<\/strong> dan <strong>memahami sesuatu yang kemudian dapat diingat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, seorang anak dapat menghafal bahwa fotosintesis adalah proses tumbuhan membuat makanan. Namun, pembelajaran tidak berhenti di sana. Anak kemudian perlu memahami apa yang dimaksud fotosintesis, bahan apa yang dibutuhkan, mengapa cahaya matahari diperlukan, dan apa hubungannya dengan kehidupan tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu pula dalam matematika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak perlu mengingat fakta dasar seperti 5 \u00d7 6 = 30. Namun, setelah fakta tersebut otomatis tersimpan dalam ingatan, pikirannya dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan matematika yang lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, <strong>hafalan dan pemahaman bukan dua hal yang harus dipertentangkan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hafalan dapat menjadi dasar. Pemahaman membuat hafalan tersebut memiliki makna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Taksonomi Bloom, kemampuan kognitif sering dijelaskan melalui beberapa tingkatan, mulai dari <em>remember<\/em>, <em>understand<\/em>, <em>apply<\/em>, <em>analyse<\/em>, <em>evaluate<\/em>, hingga <em>create<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap <em>remember<\/em> sering dianggap sebagai kemampuan paling rendah sehingga terkadang dipandang kurang penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, kemampuan mengingat merupakan bagian dari proses berpikir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum anak mampu menganalisis sebuah konsep, ia perlu mengetahui konsep tersebut. Sebelum mampu mengevaluasi suatu pendapat, ia membutuhkan pengetahuan yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Sebelum mampu menciptakan sesuatu, ia perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk berkreasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, <strong>HOTS tidak muncul dari ruang kosong.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak membutuhkan <em>knowledge base<\/em> yang cukup agar otaknya memiliki bahan untuk berpikir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan seorang anak diminta menganalisis sebuah peristiwa sejarah. Jika ia tidak mengetahui siapa tokoh yang terlibat, kapan peristiwa terjadi, apa penyebabnya, dan bagaimana konteksnya, ia akan kesulitan melakukan analisis yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu juga ketika mengerjakan soal matematika. Jika perkalian dasar belum cukup dikuasai, anak dapat menghabiskan terlalu banyak energi untuk menghitung hal-hal sederhana sehingga perhatian yang seharusnya digunakan untuk memecahkan masalah menjadi berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah alasan mengapa <strong>kemampuan dasar tetap perlu dilatih sampai cukup otomatis.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua anak belajar dengan kecepatan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, kemampuan mengingat setiap anak berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada anak yang sekali dijelaskan langsung dapat mengingat. Ada yang membutuhkan dua atau tiga kali pengulangan. Ada pula yang perlu berkali-kali bertemu dengan informasi yang sama sebelum benar-benar melekat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang membutuhkan lebih banyak pengulangan bukan berarti tidak mampu belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mungkin hanya membutuhkan <strong>lebih banyak kesempatan untuk membangun dan memperkuat jejak ingatan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, ketika seorang anak lupa, respons yang paling membantu bukan selalu \u201cKan sudah pernah diajarkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih baik kita bertanya, <strong>\u201cBagian mana yang perlu kita ulang lagi?\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar memang merupakan proses membangun sesuatu sedikit demi sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lupa adalah bagian normal dari proses belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi yang baru dipelajari dapat semakin sulit diingat jika tidak pernah digunakan atau ditinjau kembali. Karena itu, kegiatan <em>review<\/em> bukan tanda bahwa pembelajaran sebelumnya gagal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru, <strong>mengulang materi adalah bagian dari pembelajaran.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pengulangan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak dapat diminta menjawab pertanyaan, menyebutkan kembali konsep yang dipelajari, mengerjakan soal, menjelaskan materi kepada orang lain, membuat gambar, membuat mind map, atau memberikan contoh dari kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin sering anak mengambil kembali informasi dari ingatannya, semakin banyak kesempatan bagi pengetahuan tersebut untuk diperkuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu cara yang dapat digunakan adalah <strong>active recall<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daripada hanya membaca ulang halaman buku berkali-kali, tutup buku dan tanyakan kepada anak:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cCoba jelaskan apa yang baru saja kamu pelajari.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cApa arti istilah ini?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebutkan tiga contoh.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMengapa hal tersebut bisa terjadi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan cara ini, anak tidak hanya menerima informasi, tetapi berlatih <strong>mengambil kembali informasi dari ingatan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"512\" src=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427-1024x512.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1063\" srcset=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427-1024x512.png 1024w, https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427-300x150.png 300w, https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427-768x384.png 768w, https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427-1536x768.png 1536w, https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427-2048x1024.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghafal akan lebih efektif jika dilakukan dengan strategi yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertama, pahami sebelum menghafal.<\/strong> Jangan langsung meminta anak menghafalkan definisi panjang. Jelaskan terlebih dahulu maknanya menggunakan bahasa yang sederhana. Setelah konsep dipahami, anak dapat mulai mengingat istilah atau definisi formalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedua, gunakan pengulangan berjeda.<\/strong> Jangan menjejalkan seluruh materi dalam satu sesi panjang. Pelajari sedikit, kemudian ulangi kembali setelah beberapa jam atau keesokan harinya. Setelah itu, ulangi lagi beberapa hari kemudian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketiga, gunakan active recall.<\/strong> Setelah belajar, tutup buku dan minta anak menyebutkan kembali apa yang masih diingat. Cara ini berbeda dengan sekadar membaca ulang karena anak benar-benar harus mengambil informasi dari ingatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keempat, pecah materi menjadi bagian kecil.<\/strong> Anak tidak harus menghafal satu halaman sekaligus. Materi panjang dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Kuasai satu bagian terlebih dahulu, kemudian hubungkan dengan bagian berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kelima, gunakan asosiasi.<\/strong> Hubungkan informasi baru dengan sesuatu yang sudah dikenal anak. Misalnya, kosakata baru dapat dihubungkan dengan gambar, cerita, benda di sekitar, atau pengalaman sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keenam, manfaatkan mind map.<\/strong> Untuk materi yang memiliki banyak hubungan antar-konsep, mind map dapat membantu anak melihat gambaran besarnya sekaligus mengingat hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketujuh, gunakan metode menjelaskan kembali.<\/strong> Minta anak berperan sebagai \u201cguru\u201d dan menjelaskan materi kepada orang tua, saudara, atau bahkan boneka. Jika ia mampu menjelaskan dengan bahasa sendiri, berarti informasi tersebut mulai terorganisasi dalam pikirannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedelapan, latihan secara konsisten.<\/strong> Menghafal 10 menit setiap hari sering kali lebih efektif daripada belajar selama dua jam hanya sekali dalam seminggu. Konsistensi memberikan kesempatan kepada otak untuk bertemu kembali dengan informasi yang sama secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal lain yang penting adalah tidak membandingkan kecepatan menghafal antar-anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang cepat mengingat bukan berarti selalu lebih pintar. Anak yang membutuhkan waktu lebih lama juga bukan berarti kurang cerdas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan belajar memiliki banyak aspek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada anak yang cepat mengingat fakta. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama tetapi sangat kuat ketika sudah memahami konsep. Ada yang unggul dalam bahasa, sementara yang lain lebih mudah memahami melalui visual, praktik, atau pengalaman langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tugas orang tua dan guru bukan memaksa semua anak belajar dengan kecepatan yang sama, melainkan menemukan cara yang membantu mereka berkembang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, kita tidak ingin anak hanya menjadi \u201cmesin penghafal\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita ingin mereka mampu menggunakan apa yang mereka ingat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak perlu mengingat fakta dan konsep dasar. Setelah itu, ia perlu memahami maknanya. Kemudian menggunakan pengetahuan tersebut, menganalisis persoalan, mengevaluasi informasi, memecahkan masalah, dan akhirnya menciptakan sesuatu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah sebabnya kemampuan menghafal tidak seharusnya diremehkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menghafal bukan akhir dari proses belajar. Menghafal adalah salah satu pintu masuk menuju proses berpikir yang lebih kompleks.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fondasi yang kuat memungkinkan anak berdiri lebih kokoh ketika menghadapi materi yang semakin sulit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ketika anak perlu mengulang perkalian dasar, menghafal kosakata, mengingat definisi sains, mempelajari rumus, atau mengingat fakta sejarah, jangan buru-buru menganggap aktivitas tersebut sebagai pembelajaran yang tidak bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang perlu kita pastikan adalah bahwa <strong>hafalan tersebut tidak berdiri sendiri.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biarkan anak menghafal, tetapi juga memahami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biarkan anak mengingat, tetapi juga menerapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biarkan anak menguasai dasar, lalu perlahan naik menuju kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena <strong>HOTS dibangun di atas<\/strong> fondasi yang kuat membutuhkan pengetahuan yang benar-benar tersimpan dalam ingatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1063,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[7,9,6,5],"class_list":["post-1062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-id","tag-belajar","tag-belajar-bahasa-inggris","tag-edukasi","tag-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.2 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Admin 1\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.2\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Compass Publishing Indonesia - Sahabat Guru Sepanjang Masa\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"6912\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"3456\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-16T03:10:14+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-16T03:10:15+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/compasspubindonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin 1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#blogposting\",\"name\":\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia\",\"headline\":\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/author\\\/wp_admin\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/1000139427.png\",\"width\":6912,\"height\":3456},\"datePublished\":\"2026-10-16T10:10:14+07:00\",\"dateModified\":\"2026-10-16T10:10:15+07:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Indonesian, belajar, belajar bahasa inggris, Edukasi, Pendidikan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/category\\\/id\\\/#listItem\",\"name\":\"Indonesian\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/category\\\/id\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indonesian\",\"item\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/category\\\/id\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#listItem\",\"name\":\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/category\\\/id\\\/#listItem\",\"name\":\"Indonesian\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#organization\",\"name\":\"Compass Publishing Indonesia\",\"description\":\"Sahabat Guru Sepanjang Masa\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/\",\"telephone\":\"+6285156357557\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/favicon.ico\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#organizationLogo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/compasspubindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@compasspubindonesia?is_from_webapp=1&sender_device=pc\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/author\\\/wp_admin\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/author\\\/wp_admin\\\/\",\"name\":\"Admin 1\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/08a1c7d0549852cd85d0e58e5df673073a9f5139f593f500cd7781be2226c2a0?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Admin 1\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/\",\"name\":\"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia\",\"description\":\"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/author\\\/wp_admin\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/author\\\/wp_admin\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/1000139427.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#mainImage\",\"width\":6912,\"height\":3456},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/2026\\\/10\\\/16\\\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2026-10-16T10:10:14+07:00\",\"dateModified\":\"2026-10-16T10:10:15+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/\",\"name\":\"Compass Publishing Indonesia\",\"description\":\"Sahabat Guru Sepanjang Masa\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/compasspubindonesia.com\\\/blogs\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia","description":"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam","canonical_url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#blogposting","name":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia","headline":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?","author":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/author\/wp_admin\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png","width":6912,"height":3456},"datePublished":"2026-10-16T10:10:14+07:00","dateModified":"2026-10-16T10:10:15+07:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#webpage"},"articleSection":"Indonesian, belajar, belajar bahasa inggris, Edukasi, Pendidikan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/category\/id\/#listItem","name":"Indonesian"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/category\/id\/#listItem","position":2,"name":"Indonesian","item":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/category\/id\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#listItem","name":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#listItem","position":3,"name":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/category\/id\/#listItem","name":"Indonesian"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#organization","name":"Compass Publishing Indonesia","description":"Sahabat Guru Sepanjang Masa","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/","telephone":"+6285156357557","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/favicon.ico","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#organizationLogo"},"image":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/instagram.com\/compasspubindonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@compasspubindonesia?is_from_webapp=1&sender_device=pc"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/author\/wp_admin\/#author","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/author\/wp_admin\/","name":"Admin 1","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/08a1c7d0549852cd85d0e58e5df673073a9f5139f593f500cd7781be2226c2a0?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Admin 1"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#webpage","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/","name":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia","description":"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/author\/wp_admin\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/author\/wp_admin\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#mainImage","width":6912,"height":3456},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/#mainImage"},"datePublished":"2026-10-16T10:10:14+07:00","dateModified":"2026-10-16T10:10:15+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#website","url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/","name":"Compass Publishing Indonesia","description":"Sahabat Guru Sepanjang Masa","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Compass Publishing Indonesia - Sahabat Guru Sepanjang Masa","og:type":"article","og:title":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia","og:description":"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam","og:url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/","og:image":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png","og:image:secure_url":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png","og:image:width":6912,"og:image:height":3456,"article:published_time":"2026-10-16T03:10:14+00:00","article:modified_time":"2026-10-16T03:10:15+00:00","article:publisher":"https:\/\/facebook.com\/compasspubindonesia","twitter:card":"summary_large_image","twitter:title":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak? - Compass Publishing Indonesia","twitter:description":"Ada anggapan bahwa menghafal adalah cara belajar yang kuno. Anak dianggap seharusnya tidak terlalu banyak menghafal karena yang lebih penting adalah memahami, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu menerapkan pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya perlu dilihat lebih hati-hati karena memahami memang penting, berpikir kritis juga penting, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan fondasi berupa pengetahuan yang tersimpan dalam","twitter:image":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1000139427.png","twitter:label1":"Written by","twitter:data1":"Admin 1","twitter:label2":"Est. reading time","twitter:data2":"6 minutes"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"1062","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":true,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"schemas":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":{"subject":"","preview":"","content":""},"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-10-16 03:10:15","updated":"2026-10-22 03:54:50","seo_analyzer_scan_date":null,"focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/category\/id\/\" title=\"Indonesian\">Indonesian<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tMengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/"},{"label":"Indonesian","link":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/category\/id\/"},{"label":"Mengapa Menghafal Tetap Penting dalam Proses Belajar Anak?","link":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/2026\/10\/16\/mengapa-menghafal-tetap-penting-dalam-proses-belajar-anak\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1062"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1064,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1062\/revisions\/1064"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/compasspubindonesia.com\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}